Ini Kesan Kami Disana

Posted by

Testimoni anggota Tim Edukasi yang membantu Kegiatan Belajar Mengajar
“Banyak pengalaman dan ilmu yang didapat, karena sebelumnya belum pernah mengajar siswa SD, terutama siswa-siswi di SDN 02 Batonaong yang sangat antusias dan semangat dalam belajar. Terimakasih guru SDN 02 Batonaong yang sudah  mempercayai untuk menggantikan sebagai guru, serta ilmu yang diberikan.”
-Ina-
“Membantu kegiatan belajar mengajarn di SDN 2 Batonaong sudah menambah pengalaman saya dalam proses KBM. Saya senang karena adik-adik di SDN 2 Batonaong menyambut kehadiran saya dan teman-teman dengan penuh kebahagiaan. Meskipun ssaya hanya bertatap muka 2 kali saja, tapi saya senang bisa dipertemukan dengan adik-adik SDN 2 Batonaong. Pengalaman ini tidak akan bisa terlupakan.”
-Sun-
“Saat mengajar di SDN 2 atonaong saya merasa senang selain dari siswa-siswanya yang sangat sopan juga gurunya baik kepada kita. Dengan kedatangan kami disana membuat keceriaan siswa bertabah.
Kurangnya fasilitas/sarana prasarana untuk mendukung KBM di sekolah tersebut, serta siswa yang kurang percayadiri saat mengutarakan pendapatnya.”
Anita-
“Mengajar di SDN 2 Batonaong memberi kesan yang sangat bermakna. Guru-guru SDN 2 Batonaong menerima kami dengan sangat baik. Siswa-siswi juga senang dengan kedatangan kami.”
-Irine-
“Adanya adik-adik disini sangatlah senang sekali karena adik-adik sudah mau belajar dikelas. Rasanya gak ingin berpisah dengan adik-adik semuanya, karena adik sudah baik sama kita, udah semangat belajar. Adik-adiknya ramah-ramah dan lucu-lucu, pokoknya seneng banget. Giatlah dalam belajar.”
-Wildan-

“Sebuah kegiatan mengajar adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam hal pendidikan yang notabenenya kami sebagai mahasiswa adalah hal yang wajib dilakukan untuk berbagi ke sesama.
Mengajar disekolah dasar merupakan tolak ukur kita akan rasa peduli, kasih sayang dan tanggung jawab. Pembelajaran yang mendidik dan menyenangkanlah yang mereka inginkan. Kesan yang tidak bisa digantikan ketika mengjari mereka (anak-anak SD) dengan hati dan jiwa membanggakan, rugi rasanya jika tidak meraih kesempatan tersebut. Semoga berkah dan manfaat atas apa yang telah mereka terima dan hanya itu mungkin yang bisa saya tuliskan.”
-Habib-
“Mengajar itu bukan sesuatu yang mudah, berbeda sekali dengan kita mengobrol. Menurut saya,mengajar itu adalah cara berkomunikasi dengan menyisipkan makna positif agar diterapkan dalam kehiduan dan membuat orang yang asalnya tidak tahu menjadi tahu.
Orang yang mengajar itu, bukan orang yang tahu segalanya dan bukan orang yang sok tahu. Saat saya mengajar di SDN 2 Batonaong, perasaan saya sangat menegangkan menghadapi anak-anak SD. Anak SD itu biasanya masih suka bermain dan tidak suka belajar dan jujur saja sayapun tidak terlalu menyukai anak-anak.
Anak-anak SDN 2 Batonaong sangt aktif dan rasa ingin tahunya sangat tinggi. Dari mereka saya belajar untuk menjadi orang yang lebih sabar dan sifat anak-anak itu memang sulit ditebak.”
-Yusuf-



CHAPTER 3
Testimony anggota yang member penyuluhan Potpourri
“Setelah melakukan penyuluhan potpourri ini saya mendapatkan banyak pelajaran yaitu untuk bicara di depan warga membutuhkan keberanian dan yang lebih penting tetap menjaga tata karma dan sopan santun. Dalam menyampaikan  materi membutuhkan ketenangan dan kesabaran serta harus menggunakan bahasa yang mudah di pahami. Semoga pelatihan potpourri ini dapat bermanfaat bagi warga Desa Batonaong”.
-Desi-
“Setelah melakukan pelatihan dan pembuatan potpourri di dusun-dusun desa Batonaong. Saya mendapatkan banyak pelajaran dalam hal bersosialisasi dengan masyarakat terutama remaja. Selama pelatihan potpourri warga sangat antusias dan menerima program kami, karena dengan pembuatan potpourri dapat mengasah keterampilan, menumbuhkan dan melatih jiwa wirausaha masyarakat. Semoga pelatihan potpourri yang saya berikan dapat bermanfaat sampai nanti”.
-Unun-
Testimoni anggota yang memberi penyuluhan Inovasi Jagung
“Masyarakat desa Batonaong sangat antusias dengan diadakannya penyuluhan Inovasi Jagung dari para remaja, ibu-ibu bahkan bapak-bapaknya sangat seru bila dusun mereka diadakan penyuluhan dan pelatihan seperti inovasi jagung. Hanya saja, mereka kurang pemahaman dari segi bahasa saja.”
-Ana-
“Saat melakukan penyuluhan Inovasi Jagung, rata-rata warga desa Batonaong tidak mengerti dengan bahasa Indonesia. Warga hanya mengerti bahasa Madura. Warga sangat antusias dalam program penyuluhan Inovasi Jagung ini, karena kebiasaan warga hanya memanfaatkan jagung sebagai perkedel dan kulit jagung sebagai pakan ternak.”
-Yolan-



CHAPTER 4
Testimoni tentang Pengalaman Seru Selama KKN di luar Program Kerja
Kesan : Luar biasa sekali, di Desa Batonaong ini saya menemukan hal-hal yang benar-benar di luar kebiasaan saya. Masyarakat yang merupakan elemen penting, memberikan respon yang baik serta kooperatif terhadap saya yang mana adalah bukan penduduk asli desa ini.
Pesan : Pesan saya masyarakat diharapkan bias lebih kreatif untuk mengelola hasil bumi atau komoditi yang ada di Desa Batonaong. Agar masyarakat desa bisa bersaing dengan masyarakat yang berada di kota.
-Rudi-
   Kesan : menyatukan ego dari berbagai macam karakter memang sangatlah susah. Terkadang beberapa pendapat dari setiap individu sangatlah bertentangan. Maka hanyalah meredan keegoisanlah yang mampu meredam suatu konflik dalam satu kelompok, saling menghargai antar kelompok dan tetap sadar diri akan tugas masing-masing tanpa memancing emosi dari anggota lain. Diantara banyak konflik dalam kegiatan, juga terdapat kesan yang susah untuk dilupakan dalam kegiatan KKN ini. Dari kebersamaan, cara memecahkan masalah bersama dan kegiatan sepele lainnya, tetapi hal itulah yang justru lupa untuk dilupakan. Dari 26 hari ini yang awalnya hari yang sangatlah lama, ternyata 26 hari KKN adalah hari yang sangatlah singkat.
            Pesan : Selesaikan suatu permasalahan itu dengan kepala dingin, hargai semua pendapat dari teman yang berpendapat, dan pandailah meletakkan perilaku yang sewajarnya.
-Yolan-

            Kesan : Mendapatkan  teman-teman yang baru seperti saudara sendiri itu rasanya sesuatu banget dan itulah yang membuat aku akhirnya dapat betah menjalani kegiatan-kegiatan KKN disini di desa Batonaong dapat bersosialisasi dan berinteraksi dan masyarakat disekitar, belajar mengajar , dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang lain itu adalah pengalaman yang berarti dan tentunya nanti akan menjadi kenangan yang tak terlupakan. Meskipun yang namanya pertemanan itu indah, namun ada juga selisih pendapat. Tapi itu semua bisa teratasi dan membuat kita menjadi semakin dekat sebagai saudara baru. Teman-teman KKN yang tidak akan terlupakan terimakasih untuk pengalaman hidup, canda, tawa, senang, dan susah yang telah kita lalui bersama. Desa Batonaong banyak cerita terukir di sini, murid-murid di SD satu atap yang semangat dalam belajar.
            Pesan : Terimakasih buat teman-teman yang telah banyak memberikan masukan positif yang membuat kami mungkin menjadi lebih baik. Keluargaku, KKN 74 di tanah cinta Batonaong yang takkan terlupakan, terimaksih kawan untuk semua pelajaran hidup ini.
-Wildan-
            Kesan: Alhamdulillahirabbil’alamin rasa syukur selalu saya panjatkan kepada Allah SWT. dari awal hingga akhir perjuangan kita KKN 74 untuk mengabdi di Desa Batonaong berjalan dengan lancar, walaupun banyak kerikil-kerikil kecil yang menghalangi jalan kita tetapi semua itu tidak mematahkan semangat teman-teman KKN 74. Alhamdulillah dari KKN ini saya mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran serta pengetahuan baru, bisa berbagi cerita dan saling mengingatkan jika ada salah satu diantara kita yang salah. Terimakasih untuk teman-teman karena kalian, saya mengerti bagaimana seharusnya menjadi sosok yang lebih dewasa dan menjaga hubungan agar lebih baik sebagai teman ataupun saudara.
            Pesan: untuk teman-teman KKN 74 semoga perjuangan kita dapat memberikan manfaat untuk diri sendiri dan untuk kemajuan Desa Batonaong. Semoga kalian menjadi orang yang sukses, rendah hati, toleransi, pokoknya banyak deh. Selama itu positif ya!
LOVE YOU MY FRIENDS.
-Anita-
   Kesan: pengalaman ditempat KKN 74, seru sekali! Memahami masing-masing karakter merupakan hal tersulit bagi saya. Karena penampilan diluar belum tentu sama dengan penampilan yang didalam. Menurut saya dia judes tapi ternyata dia baik dan respect dengan saya. Ha…ha…ha… itu baru satu dari sekian banyak anggota (20 orang) tapi say gak bakal lupa dengan kalian. Jaim-jaiman, selisih paham, ke kamar mandi minta ditemani, sok pemberani tapi penakut.
            Pesan: bangunlah relasi yang baik dengan warga sekitar, gunakan waktu semaksimal mungkin dengan warga, yang terutama tenang dalam pemikiran tapi focus dalam tujuan.
-Roberta-
            Kesan: berbaur dengan individu yang belum dikenal dengan karakter, kepribadian dan watak yang berbeda merupakan tantangan yang luar biasa. Dimana akan ada perselisihan pendapat hingga berujung pertengkaran. Hal ini yang terjadi pada kelompok saya yaitu kelompok 74 yang berada di Desa Batonaong Kecamatan Arosbaya. Sehingga tidak ada rapat yang lebih menarik selain dari kelompok kami.
            Pesan: dari pengalaman inilah mendapatkan banyak ilmu tentang bagaimana cara berbicara yang baik, intonasi suara yang baik dalam menyampaikan pendapat, bersikap yang tidak akan menyinggung perasaan, menggurui teman-teman sekalian.
-Yuli-
            Kesan: (Belajar Menjadi Bunglon yang Baik). Saya adalah peserta KKN UTM 2016, tepatnya di desa Batonaong.Arosbaya Bangkalan Bagi saya, KKN adalah salah satu cara melatih keterampilan bersosialisasi dengan lingkungan baru. Kita dituntut untuk cepat belajar lalu beradaptasi. Dalam waktu yang sangat singkat, kita harus sudah bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. Ini bukanlah hal yang mudah sebab tidak sedikit masyarakat yang susah menerima hal-hal baru. Perlu strategi dan pendekatan khusus! Belum lagi kita harus dihadapkan pada beberapa dari mereka yang menganggap mahasiswa adalah orang yang serba bisa.
Belajar yang dimaksud di sini tentu saja berbeda dengan proses belajar mengajar di kampus. Di desa-desa KKN,kita belajar budaya dan adat setempat lalu menyesuaikan diri dengannya. Kita belajar bagaimana cara menerima dan menolak tawaran dengan halus. Kita belajar bagaimana mengomunikasikan bahasa ilmiah ke dalam bahasa sehari-hari agar mudah dipahami. Kita belajar bagaimana mengatur waktu agar rencana bisa berjalan optimal, mengadakan agenda yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, mengurusi anak-anak yang selalu antusias, dan sebagainya. Singkatnya, kita belajar untuk menjadi masyarakat setempat.
Lain padang, lain belalang; lain lubuk, lain ikannya. Pepatah lama ini harus dipahami betul oleh setiap mahasiswa yang akan mengikuti program KKN. Ada beberapa daerah yang masih mengagungkan atau gila dengan kehormatan dan kesantunan. Ini harus benar-benar diperhatikan agar kita bisa diterima dengan baik di desa tempat KKN. Kembali ke pepatah lama,di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Hargailah adat dan budaya setempat meskipun itu membuat Anda‘tersiksa’.
            Pesan: Bukankah setelah menyelesaikan kuliah nantinya, Anda juga akan diterjunkan ke lingkungan masyarakat? Belajarlah menyesuaikan diri dari sekarang. Jadilah bunglon yang baik, rela mengubah warna kulit agar bisa berbaur dengan lingkungan. Memang KKN bukanlah satu-satunya ajang melatih keterampilan sosial. Bagi mahasiswa aktivis, ada banyak kegiatanlain seperti bakti sosial, desa binaan, kunjungan ke panti asuhan dan sebagainya.
-Yusuf-
            Kesan: yang saya dapatkan dan tak akan pernah terlupakan seumur hidupku adalah mengenal, menyayangi dan saling sayang pada kelompok KKN 74. Yang koplak dan eksis, dan menjadi pribadi yang lebih dekat lagi kepada yang Maha Kuasa Allah SWT.
            Pesan: aku tunggu canda tawa kalian kelompok KKN 74. Meskipun bukan kita yang canda tawa semoga anak kita yang bisa canda tawa lagi bersama. Ikatan persaudaraan harus terjaga sampai masti (persaudaraan itu indah).
-Ilham-
            Kesan: yang saya dapatkan dan tak akan pernah terlupakan seumur hidupku adalah mengenal, dan  kenal sama KKN 74 yang kocak-kocak.
            Pesan: setiap pagi selalu dikentuti oleh teman yang gila.
-Wafi-
            Kesan: kesan yang saya dapatkan selama KKN yakni lebih menghargai air, selain itu bisa memaknai sebuah kehidupan dengan adanya konflik, kebersamaan, kekompakan yang terjadi di kelompok 74 Desa Batonaong ini.
            Pesan: semoga semua hal yang sudah kita lakukan selama ini bisa bermanfaat bagi masyarakat di Desa Batonaong.
-Laila-
            Kebersamaan dengan kelompok 74 adalah hal yang susah untuk dilupakan, dari hal yang menyenangkan maupun hal yang sangat tidak menyenangkan. Berbagai macam karakter bercampur menjadi satu dan menjadi kelompok KKN 74 yang sangat menyenangkan. saling memahami perbedaan karakter merupakan kunci keharmonisan suatu hubungan pertemanan.
            Pesan : tetap saling bersapa meskipun hari kelompok KKN 74 telah berakhir. 
-Sun-
            Kesan: Hidup dalam satu atap bersama teman-teman yang sebelumnya belum aku kenal dengan watak yang berbeda-beda merupakan tantangan yang sangat sulit, karena saya harus menerima dan menyikapi dengan baik setiap watak dari teman-teman saya di kelompok KKN 74 ini. Meskipun watak dari teman saya berbeda-beda, namun semua itu tidak menjadikan kelompok ini terpecah, walaupun terkadang ada saja salah paham di kelompok ini, tetapi pada akhirnya kami tetap bisa meredakan emosi dan menyelesaikan salah paham di kelompok ini.
            Pesan: Komunikasi, kekompakan, dan meredakan emosi adalah kunci untuk menyelesaikan masalah dan salah paham yang sering terjadi dalam kelompok.
-Ina-
      Kesan: Kesanku pada kelompok 74 bisa dibilang perjuangan hati atau tekanan batin, dimana dalam satu kelompok tidak ada yang saya kenal. Didesa batonaong ini saya belajar tentang banyak hal yang sebelumnya belum pernah saya lakukan, dapat bersosialisasi dan berinteraksi dengan masyarakat, belajar mengajar dan melaksanakan rangkaian proker. Bertemu teman-teman yang  baik rasanya sesuatu banget canda, tawa, susah, senang kita lewati bersama dan itu membuat saya betah menjalani kegiatan KKN. Banyak cerita yang terukir di desa batonanong, terutama murid-murid di SDN 2 Batonaong Arosbaya yang selalu semangat belajar, meskipun yang namanya pertemanan itu indah namun ada juga sih selisih pendapat tapi itu semua bisa teratasi dan ngebuat kita menjadi semakin dekat sebagai saudara baru. Keluargaku KKN 74 di Tanah Cinta Batonaong Arosbaya yang tak akan terlupakan, terimakasih kawan untuk semua pelajaran hidup ini.
      Pesan: Semoga perjalanan kita bersama tidak sia-sia dan memberikan manfaat buat kemajuan desa Batonaong, tetap semangat untuk meneruskan perjalanan selama kuliah dan semoga kita semua menjadi orang-orang yang sukses, orang yang selalu rendah hati dan bermanfaat untuk orang lain. Jangan pernah lupakan kenangan indah kita selama kkn di desa batonang. Untuk desa batonaong arosbaya tetap menjaga persaudaraan dan kekompakan demi kemajuan desa batonaong dan jaga apa yang sudah kita lakukan semoga memberikan manfaat terhadap semua masyarakat desa Batonaong.
-Unun-
            Kesan: Selama saya KKN, mengajari saya tentang perbedaan sifat, kerjasama, kekompakan, perbedaan sifat antara teman, mengajari saya agar tidak egois, mengerti dan memahami satu sama lain, agar tercipta sebuah kelompok yang kompak, saling kerjasama, dan sama-sama kerja. Pengalaman itu butuh proses walaupun terlihat lama dan membosankan. Semua itu untuk mencapai kelompok yang solid.
            Pesan: Dari kesan di atas, saya berpesan bahwa pesan saya sama dengan kesan.
-Desi-
            Kesan: Hanya selama kurang dari satu bulan saya berada di sini bersama teman-teman KKN kelompok 74 namun sudah cukup memberikan kesan yang sangat bermakna dan tidak akan terlupakan. Di sini saya belajar banyak hal, saya jadi mengerti bagaimana penderitaan teman-teman kos yang tinggal jauh dari keluarga. Pada sepuluh hari terakhir, kerinduan terhadap keluarga semakin terasa, untungnya di sini saya memiliki teman-teman yang bisa menguatkan saya sehingga kesedihan itu sedikit berkurang. Di sini saya juga belajar mandiri. Hal-hal yang biasanya dikerjakan dengan bantuan orang tua, di sini semua itu saya kerjakan sendiri. Konflik antar teman mengajarkan saya agar lebih menghargai perbedaan karakter dan sudut pandang di antara kita.
            Pesan : Mungkin setelah ini kami tidak akan berjumpa lagi dan saya perlahan-lahan akan lupa wajah kalian satu per satu. Tapi kenangan kami di sini akan selalu saya ingat. Semoga kalian bisa mengenang saya sebagai teman yang menyenangkan.
-Irine-
            Kesan: Desa Batonaong Kecamatan Arosbaya banyak memberikan saya banyak pelajaran dan pengalaman hidup yang sangat berharga dan tidak akan pernah saya lupakan, saya belajar banyak dari masyarakat di Desa Batonaong, warganya saling terbuka, percaya, hidup sederhana, tidak materialistis. Sungguh suatu penghargaan bagi saya bisa berkonstribusi dalam pengembangan desa yang sejahtera ini. Awalnya saya kira disana hanya untuk membantu desa, namun ternyata desa ini jauh lebih banyak membantu saya.  Tak terbayangkan sebelumnya ternyata teman-teman sangat solid walaupun mempunyai sifat yang berbeda-beda.
            Pesan: tetap kompak, jangan putus silaturrahmi, tetep solid terus maju Desa Batonaong.
-Nirwan-
            Kesan: hal yang pertama yang ingin saya sampaikan atas  usainya pelaksanaan KKN adalah ucapan syukur karena seluruh program kerja dapat terlaksana dengan cukup baik. Tidak hanya bermodalkan pengetahuan akademik yang saya dapatkan dibangku perkuliahan yang diterapkan disini, namun juga pengetahuan-pengetahuan hidup kita sehari-hari.
            Menurut saya, pelaksanaan KKN ini sangat terkesan karena dapat membantu saya belajar banyak hal mengenai kebersamaan, kekeluargaan, kekompakan, dan kerjasama serta solidaritas yang baik dalam bertanggung jawab dalam suatu hal. Berada ditengah keluarga baru bersama KKN 74 dimana perbedaan pada masing-masing individu ingin terlihat menonjol dengan berbagai sifat di setiap watak masing-masing individu.
            Pesan: pengalaman baru dengan lingkungan dan masyarakat serta cuaca yang berbeda menjadikan saya mengerti akan kehidupan yang dialami orang diluar keluarga yang sebenarnya.

-May-
            Kesan : Time flies
            Pasan : If anything remains at all. If only we can start again. It’s not time yet, it’s not time to end. There are so many things I want to say. A lot of time passed. But when I missed you, I’ll smile and say “74 Hello!”.
-Nindiya Widiyanti-
            Kesan :Selama aku berada di posko desa batonaong, aku merasa senang karena aku berada di tempat yang sangat nyaman, dan ibu bapak kades yang sangat baik. Membuat aku betah berada di batonaong, selain itu di desa inilah saya bisa menjalani keakraban dengan seluruh warga di desa batonaong. Selama KKN, saya diajarkan bagaimana saya harus bekerja sama dalam tim yang baik dan penuh semangat. Disinilah saya bertemu dengan teman-teman KKN 74 yang sudah saya anggap seperti keluarga.
            Pesan : pesan untuk warga batonaong semoga ilmu yang kami berikan kurang lebih 1 bulan ini bisa bermanfaat bagi semuanya, dan untuk teman-teman tercinta semoga hubungan antar ini selalu terjaga sampai kapanpun. Semoga komonikasi antara saya dan teman KKN 74 lebih baik lagi. Terus kompak Guys…
-Ana-
Kesan :Perjalanan selama KKN mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura di desa Batonaong merupakan sebuah bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam segala hal baik berupa pengabdian mengajar, membantu pertanian, atau bahkan membantu pembanguan di desa tersebut. Sebuah awal pengalaman yag mungkin tidak bisa dinilai dengan materi. Walaupun begitu berat untuk dijalani, namun semua akan indah pada waktunya. Seperti pengalaman pertama kali, mengajar di sekolah SD di desa Batonaong. Belum pernah sebelumnya, menatap wajah-wajah lugu yg duduk di dalam kelas, diam dan sesekali tertawa ketika ada sedikit lelucon. Namun, luar biasanya ketika keihlasan dalam menyampaikan ilmu akan lebih terasa manis dirasakan. Hanya dengan dua kali tatap muka, mereka seperti sudah kenal saya sejak lama. Begitu akrab dan bersahaja. Mereka, siswa-siswi SD di desa tersebut seperti begitu merindukan sosok guru yang begitu dekat dengan mereka, sebuah perhatian dan kepedulian yg murni mungkin yg menyentuh hati mereka. Sehingga, ingin saya pribadi rasanya mengabdikan tenaga dan fikiran ini untuk mendidik mereka selamanya.
Di satu sisi, masyarakat yang begitu murah disapa, dan begitu indah dalam berbicara, mengantarkan saya pada keakraban bak di desa sendiri. Kemana saya pergi, disitu saya selalu ada yang menemani. Bukti dengan beberapa kali teman-teman KKN mengadakan penyuluhan, mereka menyambut dengan ramah dan mengikuti dengan seksama. Begitulah mungkin sedikit yang bisa saya ceritakan tentang kehidupan desa Batonaong.
Pesan :Seperti sebuah pepatah mengatakan “habis gelap, terbitlah terang”. Ketika teman-teman KKN UNIJOYO datang bisa menjadi sebuah titik terang, dan inspirasi untuk masyarakat desa Batonaong dan sekitarnya. Segala sesuatu yang kami abdikan untuk desa tersebut, semoga berkah dan bermanfaat. Pada akhirnya, kami hanya bisa mengabdikan yang kami bisa untuk desa Batonaong, dan berharap kami tetap bisa menjadi manusia yang bermanfaat.
-Habib-
Kesan:
Seperti bunga yang mulai tumbuh, awalnya memang sangat sulit untuk mencoba beradaptasi dalam lingkup yang berbeda jauh dengan yang dulu. Di daerah desa yang sedikit mengeluarkan keringat ketika keluar rumah, akan tetapi dingin ketika baru  membuka mata. Namun, pada akhirnya semua menjadi rumah, ‘home sweet home’ seolah menggambarkan kesanku untuk desa Batonaong, rindu te;;lah datang karena perpisahan sedang menghampiri. Terimah kasih atas semuanya, desa yang sekarang aku mulai selalu mengingatnya.
Pesan:

Jauh tapi dekat, berbeda tapi tetap sama. Everything has been and will be change, but not for us. 


Demo Blog NJW V2 Updated at: 3:20:00 AM

0 komentar:

Post a Comment